Inovasi Produk dan Entrepreneurship Teknologi Informasi

Produk-produk teknologi saat ini sudah sangat luar biasa baik dalam kuantitas maupun peruntukannya, terlebih lagi dalam teknologi komputer yang bisa dianggap sebagai cikal bakal dalam teknologi informasi dan komunikasi. Produk-produk tersebut selalu laku dipasaran, ini dikarenakan produk teknologi tersebut selalu melakukan upgrade atau selalu membuat terobosan-terobosan baru sebagai inovasi produk mereka.

Hal-hal berikut dapat mempengaruhi terjadinya inovasi produk apapun yang berkaitan dengan kehidupan manusia terlebih tentang produk teknologi komputer dan komunikasi, hal-hal tersebut diantaranya :

Peranan Teknologi

Teknologi menjadi bagian penting dan bagian utama yang mendukung keberhasilan suatu perusahaan ataupun organisasi dalam menciptakan inovasi produk yang mereka miliki. Karenanya investasi dana untuk kepentingan teknologi juga sangat dibutuhkan dan banyak perusahaan yang tidak segan untuk mengeluarkan dana banyak hanya sekedar untuk melakukan riset untuk menghasilkan inovasi tersebut. Oleh karena itu teknologi sangat berperan atau menjadi penentu bagi sebuah perusahaan saat berhadapan dengan para pesaingnya.

Tidak dipungkiri lagi bahwa perkembangan teknologi saat ini telah merambah dalam berbagai bidang, terutama dalam hal :

  • Riset dan inovasi : Tersedianya teknologi dan infrastrukturnya jadi memudahkan kolaborasi antar lembaga dan atau antar bisnis semakin lebih nyata dan tidak bisa tidak untuk digunakan.
  • Produksi : Pusat produksi sebuah produk teknologi bisa saja berada pada negara tertentu, akan tetapi fasilitas lain sebagai penunjangnya dapat berlokasi di wilayah lain yang berbeda karena didukung dengan adanya jaringan yang dimiliki perusaahaan.
  • E-business : Penggunaan internet dan hal lain secara online memungkinkan seseorang atau perusahaan secara langsung berhubungan dengan pihak lain sebagai relasi bisnisnya menjadi sangat mudah dilakukan (business to business) sehingga lebih cepat mendapatkan informasi yang diperlukan oleh pelanggan dan dapat menentukan inovasi yang relevan terhadap produk yang akan diberikan.
  • Diaspora : Perkembangan dan penyebaran ilmu dan teknologi sudah demikian cepat, menyebabkan transfer keahlian dari satu orang ke orang lainnya akan menjadi lebih mudah, termasuk transfer prototype sebuah produk unggulan dari sebuah perusahaan ke perusahaan cabang juga akan menjadi lebih fleksibel.

Jadi teknologi bukan hanya berperan untuk kemajuan satu organisasi atau satu perusahaan saja, akan tetapi teknologi saat ini telah menjadi tumpuan satu negara untuk memberikan kontribusi dalam mensejahterakan masyarakatnya, meskipun teknologi  juga tergantung pada kesejahteraan dan kapasitas dari bangsa itu sendiri.

Misalnya suatu perusahaan yang berhasil memotivasi karyawannya dengan menggunakan teknologi komputer dan pemakaian internet sehingga dapat membuka kesempatan bagi karyawan untuk melakukan berbagai inovasi. Internet disiapkan untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Dengan penggunaan teknologi perusahaan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan layanan baik layanan informasi maupun produk kepada pelangganya sehingga pelanggan merasa puas terhadap layanan yang diberikan.

Contoh nyata adalah inovasi dalam layanan jasa penjualan tiket pesawat atau tiket kereta api yang dulu hanya bisa dilakukan secara face to face melalui tempat-tempat layanan khusus namun dengan inovasi dari perusahaan kini dapat dilakukan secara langsung bahkan dapat mengetahui informasi untuk beberapa hari kedepan.

Oleh karena itu, peran teknologi berkaitan dengan inovasi memungkinkan seluruh personil organisasi atau perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih (Layanan Prima) kepada  pelanggan. Dengan kata lain teknologi harus berorientasi pada layanan, baik terhadap pelanggan internal maupun eksternal.

Dengan inovasi berarti pemanfaatan pengetahuan untuk mentransformasikan proses produksi dan jasa secara komersil, guna memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Inovasi berasal dari kata novus yang juga memiliki arti memperkenalkan sesuatu yang baru, sehingga pekerjaan inovasi selain terkait dengan produksi juga terkait dengan masalah manajemen sebagai pengambil keputusan dalam memproduksi produk dengan fitur baru. Oleh karena itu keberadaan teknologi – inovasi dalam satu perusahaan berada dalam satu manajemen. Sehingga pengelolaan yang baik akan mendorong penggunaan teknologi dan inovasi yang memungkinkan strategi organisasi atau perusahaan dapat terlaksana dan tujuan dapat tercapai.

Penerapan Teknologi dan Inovasi

Dengan adanya inovasi maka teknologi tidak selalu “high-tech”, akan tetapi perubahan teknologi kepada teknologi terkini juga akan mengakibatkan perubahan nyata organisasi. Inovasi yang disertakan pada sebuah produk mungkin saja masih kecil atau sedikit namun demikian akan tetap dapat memberikan nilai tambah kepada produk tersebut terutama nilai tambah pada organisasi atau perusahaan.

Inovasi dalam teknologi (http://johannessimatupang.wordpress.com) dapat dibedakan menjadi:

  • Radical innovation. Teknologi ini demikian besar pengaruhnya terhadap perusahaan sehingga membuat berbagai perubahan yang radikal bahkan revolusiner. Produk yang dihasilkan mungkin mendapatkan hak paten, mungkin memberikan kekuatan nyata kepada perusahaan. Contoh daripada  teknologi ini adalah listrik, telepon, dan temuan dalam bidang obat-obatan.
  • Incremental innovations. Merupakan kelanjutan dari praktek perusahaan  yang sedang berlangsung. Dampak yang ditimbulkannya bersifat evolusioner. Akan tetapi teknologi demikian bisa menjadi sumber pendapatan baru perusahaan karena dapat memperpanjang produk lini dan perbaikan dalam manufaktur. Contoh daripada teknologi ini adalah penjualan makanan yang dibekukan, minuman sport, ban radial, buku elektronik, dan telepon digital.

Tantangan Inovasi

Inovasi tidak selalu harus berkaitan dengan hal yang besar. Inovasi diakui menjadi bagian perusahaan dalam menentukan daya saingnya, sehingga ada motto sebuah perusahaan “inovasi tiada henti” yang dimaksudkan bahwa inovasi dalam perusahaan tersebut tidak boleh berhendi agar perusahaan tetap eksis dalam menghadapi pesaing-pesaingnya. Meski demikian inovasi tidak selalu dapat diterapkan dengan baik, hal ini karena adanya penolakan resistensi dalam perusahaan yang berkaitan dengan dampak yang diterima organisasi atau perusahaan. Jika inovasi diterapkan, maka akan muncul kekuatiran terhadap dampak yang akan diterima, apakah dampaknya nyata atau tidak.

Peranan Manajemen

Sudah bukan rahasia lagi bahwa dengan penerapan teknologi dan inovasi dalam organisasi atau perusahaan akan mampu memajukan organisasi atau perusahaan tersebut. Pihak pengelola dalam memajukan perusahaan maka harus mau mempersiapkan kebutuhan teknologinya guna terciptanya inovasi yang telah diyakini dapat memajukan perusahaan.

Dengan adanya teknologi yang digunakan dalam mendukung jalannya organisasi atau perusahaan diyakini tidak saja mendorong motivasi karyawan untuk bekerja lebih keras, akan tetapi memberikan jaminan kepada stakeholder bahwa mereka memang adalah perusahaan yang mengenali penggunaan teknologi secara baik, sehingga inovasi-inovasi baru dapat diciptakan.

Jadi peranan manajemen bukan hanya mendorong terciptanya produk baru, akan tetapi juga menciptakan sistem yang menjamin bahwa produk yang dikembangkan akan menggunakan teknologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan termasuk kenyamanan dan keamanan penggunanya.

Uji Coba Produk Baru

Organisasi atau perusahaan yang telah menerapkan teknologi baru pada barang dan jasa tertentu yang dihasilkannya dapat memilih sasaran tertentu pada pasar; kemungkinan mana yang berhasil dan tidak berhasil. Produk tersebut harus dilempar ke pasaran guna mengetahui mana yang dapat dikembangkan atau diproduksi lebih lanjut dan mana yang perlu inovasi lagi sebagai sampel atau model produknya, selanjutnya model yang memiliki apresiasi dari pelanggan terbaik dipilih untuk dikembangkan.

Sebagai contoh bahwa Microsoft telah kita kenal dengan kemampuannya merubah arah  pemakaian peralatan dalam komputer. Misalnya saat Microsoft membeli DOS (Disk operating system) kemudian mengintegrasikannya ke dalam program Windows maka terjadi revolusi pemakaian dalam komputer. DOS akhirnya hanya digunakan untuk mengaktifkan Windows, dan lebih dari itu Micosoft mengintegrasikan Windows dengan Internet Explorer sehingga terjadi integrasi pemakaian.

Lingkungan Internal

Penerapan teknologi sebagai pendukung dalam inovasi juga dipengaruhi oleh lingkungan internal organisasi atau perusahaan. Hal ini diketahui dari beberapa hal diantaranya:

  • Dikembangkan atau tidaknya sumberdaya baru untuk menerapkan ide baru sebagai inovasinya.
  • Boleh tidaknya ujicoba produk baru yang dihasilkan.
  • Dibolehkan atau tidaknya kesalahan-kesalahan yang terjadi pada sebuah produk dengan tingkat kesalahan tertentu.

Strategi Organisasi atau Perusahaan

Jika berencana menerapkan suatu teknologi harus memastikan bahwa sistem dan budaya yang ada sesuai dengan teknologi tersebut. Dukungan dana yang tersedia juga harus dapat menjamin pemakaian teknologi tersebut, proses yang ada juga harus disesuaikan, dan inovasi yang akan dilakukan harus berinteraksi dengan perusahaan secara keseluruhan.

Strategi yang dapat digunakan diantaranya :

  • Penciptaan ide sebagai konsep produk baru harus didefinisikan dengan jelas.
  • Konsep dan teknik skrining harus dilakukan untuk menguji  validitas dan kesempatan pasar dari pemakaian teknologi baru. Jika perlu harus dilakukan studi pendahuluan untuk memperoleh gambaran mengenai produk yang akan dibuat.
  • Rancangan awal produk harus memiliki spesifikasi yang jelas.
  • Membuat prototipe dan melakukan pengujian karena produk yang dihasilkan harus dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan termasuk kenyamanan dan keamanan penggunanya.
  • Rancangan awal dan produk akhir sebagai contoh dalam jumlah terbatas (limited edition) harus diberikan untuk melakukan uji pasar yang akan dilakukan oleh para pengguna produk.
  • Seluruh komponen perusahaan harus mampu memperkenalkan produk baru mereka guna kepentingan pengembangan bisnis baru.

Budaya Entrepreneur Inovatif

Pengelola harus mampu mengembangkan budaya atau kultur yang dapat mendorong terciptanya inovasi dalam organisasi atau perusahaan. Diantaranya harus dikembangkan sikap positif terhadap terjadinya perubahan, desentralisasi keputusan manajemen, memiliki kompleksitas, memiliki keterkaitan antar komponen, memberdayakan sumber daya yang tidak digunakan lagi, sistem terbuka.

Meskipun kita ketahui bahwa budaya enterpreuner inovatif yang diterapkan oleh masing-masing organisasi atau perusahaan berbeda-beda namun dengan konsep dan dukungan yang penuh dari pihak manajemen umumnya juga dapat menumbuhkan budaya enterpreuner inovatif. Dukungan yang diberikan untuk menghidupkan budaya tersebut diantaranya : Karyawan didedikasikan pada satu produk khusus; fokus dan bertanggung-jawab terhadap proses penemuan inovasi; unit kerja yang merupakan bagian terpisah dari perusahaan harus independen, bebas dari tekanan jangka pendek, diberi imbalan yang berbeda, dan mempunyai akses kepada pengambil keputusan.

Demikian artikel mengenai inovasi produk dan enterpreunership teknologi informasi ini ditulis dalam rangka memenuhi tugas matakuliah Inovasi Produk Teknologi Informasi pada Pendidikan Jarak Jauh Konsorsium Aptikom (PJJ-APTIKOM), semoga bermanfaat bagi semua pembaca.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *